Saat Kunjungi Pasar Kawak (Lama) Kota Madiun Tampil Lebih Modern dan Bersih, Inda Raya Dengarkan Keluhan Pedagang

Kota Madiun-jatimsatu.com-Pasar kawak (lama) yang berlokasi Jalan Kutai, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun, kini tampil lebih modern dan bersih setelah direvitalisasi oleh pemerintah kota (Pemkot). Revitalisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan kenyamanan pasar tradisional yang sebelumnya kumuh, kotor, bau, dan kurang tertata.

Wakil Wali Kota Madiun, Inda Raya Ayu Miko Saputri mengaku senang dengan perubahan yang terjadi di pasar kawak (lama). Ia mengatakan bahwa penjualnya sudah tertata dengan baik, atapnya juga modern dan kuat, dan tidak terbuat dari kayu.

“Alhamdulillah sudah tertata dengan baik penjualnya, kemudian juga lebih rapi lebih bersih atapnya juga modern dan pasti akan jauh lebih kuat dan tahan lama karena tidak terbuat dari kayu,” ujar Inda Raya, Minggu (14/1/2024) pagi.

Inda Raya juga menemukan adanya keluhan dari para pedagang seafood, daging, dan daging ayam tentang tidak adanya saluran pembuangan air untuk mereka mencuci dagangannya.

“Karena memang diinginkan oleh pemerintah kota Madiun supaya tidak terlihat becek, tidak terlihat kumuh dan juga mungkin mengurangi resiko-resiko pengunjung kepleset,” katanya.

Ia menambahkan, bahwa hal tersebut justru menimbulkan bau karena para pedagang harus menampung air kotor terlebih dahulu sebelum membuang ke saluran yang besar. Ia berharap pemerintah kota Madiun dapat mengevaluasi dan memperbaiki masalah tersebut.

“Ini bisa menjadikan evaluasi untuk kami (pemerintah kota Madiun) terkait dengan pembuangannya,” tuturnya.

Selain itu, Inda Raya berharap pasar kawak dapat menjadi pasar percontohan yang bersih walaupun tradisional. Ia juga mengusulkan agar pasar tersebut dapat mengangkat digitalisasi, seperti pembayaran melalui QRIS atau cashless.

“Karena seperti yang kita tahu bahwa tidak semua pengunjung atau tidak semua orang yang belanja ke pasar itu mungkin membawa uang cash, bisa saja mereka hanya membawa handphone. Jadi ke depan bisa di wacanakan untuk menjadi pasar digital yang menggunakan pembayaran cashless,” ungkapnya.

Setelah berkeliling pasar, ia pun menyempatkan diri untuk menikmati kuliner khas Madiun, seperti soto, grontol, getuk, tiwul, jamu, lopes, botok, dan nasi jagung. Ia mengaku puas dengan rasa dan harga yang terjangkau.

“Tadi kita sudah makan banyak banget, makan soto yang enak banget di pojokan, terus kita beli grontol, beli getuk, beli tiwul, beli jamu, beli lopes, beli botok, dan nasi jagung,” bebernya.

Sebagai bentuk responsif Pemkot Madiun terhadap aspirasi pedagang, Wakil Wali Kota Madiun perintahkan DPUPR untuk membuat saluran tambahan.

Ia berharap saluran tersebut dapat membantu pedagang menjaga kebersihan dan kesehatan dagangannya.

“Kami mendengar keluhan pedagang kemarin (Minggu) bahwa mereka kesulitan mencuci dagangannya karena tidak ada saluran pembuangan. Kami langsung perintahkan DPUPR untuk membuat saluran tambahan. Alhamdulillah sudah selesai dan hari ini saya cek langsung ke lokasi,” ujar Inda Raya, Senin (15/1/2024).(dd)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca