Ponorogo, jatimsatu.com – Berbagai perbedaan pendapat mengenai penetapan Hari Jadi Ponorogo yang diperingati ke 529 pada tahun 2025 ini, kembali mencuat.
Menyikapi hal tersebut, Pamong Wengker dengan berbagai elemen masyarakat menggelar Seminar Bedah Sejarah Ponorogo, di Aula Bappeda, Kamis (28/8/2025).
Acara tersebut dibuka langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama Anggota Komisi V DPR RI Ali Mufti, serta dihadiri Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, akademisi, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga pemerhati seni budaya.
Ketua Pamong Wengker, Heru, menyebut seminar ini menjadi langkah penting merespons perbedaan pandangan terkait usia Ponorogo. “Yang hadir berasal dari berbagai kalangan. Harapannya bisa menghasilkan kesepakatan yang masuk akal dan mendekati kebenaran sejarah tentang hari jadi Ponorogo,” ungkapnya.
Anggota DPR RI, Ali Mufti, menegaskan Ponorogo memiliki kedudukan istimewa sebagai kota yang lekat dengan budaya. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas proses ini. Semoga hasilnya dapat membawa Ponorogo ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyatakan dukungan penuh atas upaya penggalian fakta sejarah. “Ada banyak informasi yang berkembang soal Hari Jadi Ponorogo. Karena itu, proses ini penting agar hasilnya bisa lebih mendekati fakta sejarah,” tegasnya.
Seminar menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. R. Reza Hudiyanto dari UNISMA, Rizki Susantini, S.S., M.Hum., arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, dan Muhammad Masrofiqi Maulana dari Pamong Wengker. (adv/abw)

Posting Komentar