Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Produktif, Rutan Ponorogo Panen Kangkung, Pakcoy, dan Labu

PONOROGO, JATIMSATU.COM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo terus berinovasi dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui pemanfaatan lahan sempit di area branggang, jajaran Rutan Ponorogo berhasil membudidayakan berbagai jenis sayuran yang kini telah memasuki masa panen.

Pada Sabtu (6/6/2026), Kepala Rutan Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, memimpin langsung kegiatan kontrol area sekaligus panen sayuran bersama para pejabat struktural dan staf. Sejumlah komoditas yang dipanen antara lain kangkung, pakcoy, dan labu.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan untuk berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan secara mandiri.

Muhammad Agung Nugroho mengatakan, keterbatasan lahan bukan menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Justru, ruang yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal agar memiliki nilai produktif dan memberikan manfaat nyata.

“Lahan yang terbatas kami optimalkan menjadi area hijau yang produktif. Ini adalah bentuk dukungan terhadap Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus upaya membangun kemandirian pangan di lingkungan Rutan,” ujarnya.

Menurutnya, proses budidaya tanaman dilakukan oleh warga binaan melalui program pembinaan kemandirian. Mulai dari pembibitan, perawatan hingga panen, seluruhnya dikerjakan secara organik dengan pendampingan dan pengawasan petugas pemasyarakatan.

Selain menjadi sarana pembelajaran dan pemberdayaan, hasil panen tersebut juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur Rutan. Sayuran segar yang dihasilkan diharapkan mampu menunjang pemenuhan gizi bagi warga binaan dengan bahan pangan yang sehat dan higienis.

Muhammad Agung menambahkan, keterampilan bercocok tanam di lahan terbatas diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidananya, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Keberhasilan memanfaatkan area branggang menjadi kebun produktif ini menjadi bukti bahwa keterbatasan ruang tidak menghalangi Rutan Ponorogo untuk terus berkontribusi dalam menyukseskan program pemerintah, sekaligus mewujudkan pemasyarakatan yang mandiri, produktif, dan berdampak positif bagi masyarakat.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca