Keluhan tersebut mendapat perhatian dari DPC Garda Satu Kabupaten Ponorogo. Ketua DPC Garda Satu Ponorogo, Budiono Bendol Bareng, mengaku prihatin setelah menerima sejumlah aduan dari wali murid terkait biaya yang muncul dalam kegiatan perayaan kemerdekaan di lingkungan sekolah.
Menurut Budiono, keluhan yang diterimanya tidak hanya disampaikan secara langsung, tetapi juga melalui pesan WhatsApp. Para wali murid mengeluhkan biaya sewa pakaian maupun jasa tata rias yang dinilai cukup tinggi.
“Banyak orang tua yang datang langsung maupun menghubungi melalui WhatsApp dan mengeluhkan biaya sewa baju serta make up. Memang tidak semestinya peringatan kemerdekaan justru membuat orang tua berkeluh kesah. Namun kenyataannya, ada wali murid yang merasa cukup terbebani,” ujar Budiono, Sabtu (8/8/2026).
Ia menuturkan, persoalan tersebut berpotensi terjadi di sejumlah sekolah. Karena itu, pihaknya tidak ingin menunjuk ataupun menyudutkan sekolah tertentu, melainkan mendorong adanya evaluasi agar kegiatan peringatan kemerdekaan tetap dapat berlangsung tanpa menimbulkan beban tambahan bagi orang tua siswa.
Budiono juga menyoroti adanya keluhan wali murid yang merasa tidak memiliki banyak pilihan dalam menentukan penyedia jasa kostum maupun tata rias. Dalam beberapa aduan yang diterimanya, orang tua disebut telah diarahkan menggunakan jasa atau penyedia tertentu.
“Orang tua kadang tidak memiliki banyak pilihan karena sudah diarahkan untuk menggunakan jasa atau penyedia tertentu. Ketika mencari sendiri, biayanya kadang justru lebih tinggi,” tegasnya.
Menurutnya, semangat memperingati kemerdekaan seharusnya menjadi momentum kebersamaan dan kegembiraan bagi siswa maupun masyarakat. Jangan sampai kegiatan tersebut justru menimbulkan persoalan baru bagi keluarga yang secara ekonomi memiliki keterbatasan.
Untuk itu, DPC Garda Satu Ponorogo berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo mengambil peran dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada sekolah-sekolah terkait pelaksanaan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI.
“Peran Dinas Pendidikan sangat kita harapkan. Berikan edukasi kepada sekolah-sekolah agar kegiatan seperti ini tetap ada, tetapi tidak memberatkan orang tua,” imbuhnya.
Budiono menegaskan, pada prinsipnya para wali murid sangat mendukung anak-anak mereka untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Namun, dukungan tersebut hendaknya tidak berubah menjadi beban karena adanya biaya yang dinilai terlalu tinggi.
Ia menyebut, salah satu keluhan yang diterimanya berkaitan dengan biaya karnaval yang disebut mencapai ratusan ribu rupiah. Kondisi tersebut yang kemudian mendorong DPC Garda Satu Ponorogo menyampaikan aspirasi para wali murid sekaligus meminta adanya perhatian dari pihak terkait.
“Semangat kemerdekaan harusnya bisa dirasakan semua anak dan semua keluarga. Jangan sampai karena persoalan biaya, ada anak yang akhirnya merasa berbeda atau tidak bisa ikut berpartisipasi,” pungkasnya.(dik)

Posting Komentar