Ibas Kunjungi Pabrik Gondorukem Sukun Ponorogo, Pantau Pengembangan Industri Kehutanan dan Kesejahteraan Pekerja

PONOROGO, JATIMSATU.COM – Penguatan industri kehutanan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan menjadi perhatian Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Dr. Edhi Baskoro Yudhoyono, M.Sc., M.A. (Ibas), saat mengunjungi Pabrik Gondorukem Terpentin (PGT) Sukun di Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Dalam kunjungan tersebut, Ibas melihat langsung aktivitas produksi sekaligus memperoleh gambaran mengenai potensi, pengelolaan, dan pengembangan industri hasil hutan yang dikelola Perum Perhutani. Agenda ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan produktivitas pabrik serta memperkuat kontribusi sektor kehutanan terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Kedatangan Ibas bersama rombongan disambut jajaran pimpinan Perum Perhutani, di antaranya Direktur Utama Perum Perhutani Teo Handoko, Direktur Operasi Bawon Triwibowo, serta jajaran manajemen Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur dan pengelola PGT Sukun.

Dalam kesempatan tersebut, Teo Handoko memaparkan kondisi kawasan hutan, luas wilayah pengelolaan, serta berbagai potensi dan strategi pengelolaan hutan yang dijalankan Perhutani.

Ia menekankan pentingnya dukungan dan sinergi berbagai pihak, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), aparat penegak hukum, serta lembaga terkait untuk memastikan pengelolaan hutan di Pulau Jawa berjalan secara berkelanjutan.

"Dengan sinergi yang kuat, Perhutani berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan," tegas Teo.

Sementara itu, Ibas menyoroti pentingnya memastikan para pekerja, buruh, dan masyarakat di sekitar kawasan hutan turut merasakan manfaat dari pengembangan industri kehutanan. Menurutnya, kemajuan perusahaan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mendorong agar industri dan perusahaan di daerah terus tumbuh, berkembang, serta mampu mempertahankan keberlanjutan usaha sehingga memberikan dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi daerah.

"Saya mengapresiasi kepada seluruh pihak, jajaran pemerintah daerah, serta para kader yang terus hadir dan mendengarkan aspirasi serta masukan langsung dari masyarakat demi memastikan kebijakan yang pro-rakyat," katanya.

Kunjungan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi antara unsur legislatif dan BUMN sektor kehutanan, khususnya dalam mendorong pengembangan potensi industri hasil hutan di daerah.

Melalui sinergi tersebut, pengelolaan sumber daya hutan diharapkan tidak hanya berorientasi pada produktivitas dan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi, memperkuat kesejahteraan pekerja, serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca