Bersama Dirjen PDTT, Kang Bupati Sugiri Tinjau Pembangunan Monumen Reog

Ponorogo-jatimsatu.com- Bukan kawasan industri dan tidak dilalui jalur logistik, Ponorogo harus mempunyai daya pikat untuk mampu bersaing dengan daerah lain. Karena inilah Sekretaris Kementerian Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menilai keputusan membangun Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) sangatlah tepat. Sebagai daya pikat pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Reog. 

Hal ini ia katakan ketika bersama Kang Bupati Sugiri Sancoko dan Direktur Jendral Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT, Sugito, meninjau lokasi pembangunan MRMP, Kamis (1/6/2023). “Kita tahu sendiri di Ponorogo bukan jalur industri logistik, memang daya saingnya harus kita dorong terus,” ucapnya.

Susiwijono pun menyebut MRMP mempunyai peluang untuk diajukan masuk proyek strategis nasional. Potensi jadi pendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutannya dinilai sudah memenuhi kriteria PSN. Begitu juga dengan rentang waktu pengerjaan yang harus selesai di 2024. 

"Inikan pengerjaan sudah ada. Jadi bisa untuk didorong menjadi PSN. PSN itu banyak juga dari sektor pariwisata," ungkap Susiwijono. 

Daya dorong dari MRMP untuk membangun pariwisata dan ekonomi kreatif ini tentunya akan semakin kuat jika Ponorogo berhasil masuk jejaring kota kreatif UNESCO / UNESCO Cities Creative Network (UCCN). Ketika menjadi bagian dari UCCN, kota-kota kreatif dunia tidak hanya membantu membangun industri kreatif, namun menjadi pasar potensial memasarkan produk Ponorogo, termasuk wisatanya. 

“Kita tidak akan berbicara lagi daya saing kita dari segi komoditas, lupakan itu. Kita desain Ponorogo dengan budayanya. Mudah-mudahan dengan UCCN kita punya network luas, itu poinnya,” ungkapnya.(adv/dd)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca