Ponorogo, jatimsatu.com — Senyum-senyum kecil dan tatapan penuh rasa ingin tahu menyambut kedatangan rombongan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo siang itu. Dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI, mereka datang bukan untuk urusan resmi, melainkan membawa misi sederhana namun bermakna: berbagi kebahagiaan melalui kegiatan Merdeka Peduli Sesama.
Kepala Rutan Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho—akrab disapa Agung—turun langsung bersama para pejabat struktural, pegawai, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP). Setibanya di Yayasan Anak Yatim Piatu dan Dhu’afa Nurul Insan, rombongan disambut hangat oleh pengurus dan pembina yayasan. Keakraban pun tercipta seketika, seolah mereka sudah saling mengenal sejak lama.
Ketua Yayasan, Ibu Mujiarso, sempat berbagi cerita tentang perjalanan yayasan yang berdiri sejak 2001. Berawal dari inisiatif ibu-ibu PKK Kelurahan Surodikraman, yayasan ini tumbuh dari semangat gotong royong untuk membantu anak-anak yang membutuhkan. Kisah sederhana itu membuat suasana siang menjadi lebih hangat.
Agung pun menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan yang ramah. “Semoga kegiatan bakti sosial ini memberi manfaat bagi yayasan dan adik-adik di sini. Ini adalah cara kami memaknai kemerdekaan dengan saling peduli,” tuturnya.
Bagi Rutan Ponorogo, kegiatan semacam ini bukan hal baru. Setiap bulan, mereka rutin menyapa masyarakat lewat agenda bakti sosial. Lebih dari sekadar memberi bantuan, kegiatan ini menjadi jembatan silaturahmi—menyebarkan semangat kebersamaan, menguatkan rasa persaudaraan, dan tentu saja, menebar kebahagiaan.
Di tengah peringatan kemerdekaan, momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa merdeka bukan hanya tentang lepas dari penjajahan, tetapi juga tentang kebebasan untuk berbagi, peduli, dan membuat orang lain tersenyum.(abw)

Posting Komentar