Akses Dua Desa di Ponorogo Terancam Putus Total Akibat Longsor, Polisi dan Warga Gotong Royong Lakukan Perbaikan Darurat

PONOROGO | JATIMSATU.COM  – Video viral di media sosial TikTok yang menyebut jembatan putus di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, sempat memicu keresahan warga. Setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, kepolisian memastikan informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Polres Ponorogo menegaskan lokasi yang viral bukan jembatan putus, melainkan jalan penghubung antar desa yang mengalami longsor parah dan kini berada dalam kondisi sangat rawan.

Kapolsek Ngebel AKP Nuryadi, S.H., mengatakan longsor terjadi di Dukuh Dayakan RT 02 RW 02, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel. Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Desa Wagir Lor dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan, sekaligus menjadi urat nadi aktivitas warga, mulai dari jalur anak sekolah hingga perekonomian masyarakat.

Menurutnya, sejak tahun 2021 badan jalan di lokasi tersebut sudah berulang kali mengalami longsor hingga menyebabkan sebagian jalan amblas. Penanganan yang dilakukan selama ini hanya bersifat darurat karena kondisi tanah yang labil.

“Kami bersama pemerintah desa dan masyarakat memasang papan kayu serta pembatas jalan agar akses masih bisa dilewati. Namun hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sedangkan roda empat sama sekali tidak bisa melintas,” jelas AKP Nuryadi, Jum'at (6/2/2026).

Hasil pengecekan BPBD bersama aparat desa dan Bhabinkamtibmas menunjukkan talut jalan sepanjang sekitar 30 meter dengan ketinggian kurang lebih 28 meter mengalami longsor bertahap hingga lima kali. Longsor terakhir sepanjang 15 meter membuat tembok penahan jalan ambrol dan kondisi akses semakin kritis.

"Karena jalur tersebut merupakan satu-satunya penghubung antara dua desa, kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat langsung bersinergi melakukan kerja bakti dan gotong royong untuk perbaikan darurat serta pemasangan batas pengaman di sekitar titik longsor," tambah AKP Nuryadi.

Merespons kondisi darurat tersebut, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama instansi terkait dan Dinas Bina Marga. Langkah cepat diambil untuk memperbaiki talud sekaligus membangun jembatan darurat dari plat besi baja, mengingat struktur lama sudah tidak memungkinkan digunakan dan berpotensi membahayakan warga.

Jembatan darurat yang akan dibangun memiliki panjang 32 meter dengan tambahan sayap masing-masing 2 meter di sisi kiri dan kanan, sehingga total panjang mencapai 36 meter dengan lebar 1,2 meter.

"Pembangunan jembatan darurat tersebut ditargetkan rampung dalam dua minggu ke depan agar akses vital antar dua desa segera pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,"pungkas Kapolres AKBP Andin.(dd)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca