Ponorogo, Jatimsatu.com – Suasana berbeda tampak di area brandgang Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo, Senin (30/3/2026). Sejumlah warga binaan terlihat sibuk menyiram, memupuk, hingga mengecek kondisi tanaman dalam kegiatan pembinaan kemandirian berbasis pertanian.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari program pembinaan produktif yang dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan nyata.
Didampingi petugas dan peserta magang, warga binaan terlibat langsung dalam setiap tahapan perawatan tanaman. Mulai dari teknik penyiraman yang tepat hingga pemupukan, semua dilakukan dengan arahan teknis agar hasilnya optimal.
Pendampingan ini menjadi kunci, karena tidak hanya mengajarkan praktik pertanian, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menegaskan bahwa program ini terus dikembangkan sebagai upaya membentuk warga binaan yang mandiri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan saat mereka kembali ke masyarakat. Ini juga melatih disiplin dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan berbasis kegiatan produktif seperti pertanian memiliki dampak ganda. Selain meningkatkan kemampuan individu, juga mendukung pemanfaatan lahan di lingkungan rutan secara berkelanjutan.
Dengan perawatan rutin yang dilakukan di area brandgang, hasil tanaman diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat nyata.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang tumbuh bagi warga binaan—bukan hanya secara keterampilan, tetapi juga mental dan kepercayaan diri sebagai bekal menjalani kehidupan setelah masa pembinaan berakhir.(abw)

Posting Komentar