Polres Ponorogo Dan Pemkab Gelar Reog Balloon Carnival 2026, Balon Liar di Ponorogo Turun 80 Persen

Ponorogo jatimsatu.com – Langit Ponorogo benar-benar “hidup” pada Minggu (29/3/2026). Warna-warni balon udara menghiasi angkasa di atas Sirkuit Moto Cross Jurang Gandul, Kadipaten, dalam gelaran Reog Balloon Carnival 2026.

Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi. Mereka tak sekadar menonton, tapi menikmati transformasi tradisi lama yang kini dikemas lebih aman, tertib, dan atraktif.

Festival ini menjadi jawaban tegas Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama Polres Ponorogo terhadap maraknya balon udara liar yang selama ini membahayakan.

Tak ada lagi balon dilepas bebas. Semua peserta wajib tunduk pada aturan ketat.

Balon harus ditambatkan dengan tali, ketinggian diatur, dan parameter keselamatan diawasi langsung oleh panitia.

“Ini yang kita edukasi. Balon tetap bisa diterbangkan, tapi harus aman. Kita ukur, kita kendalikan, dan kita ikat,” tegas Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Balon liar kerap disertai petasan dan berpotensi jatuh di area vital seperti jaringan listrik tegangan tinggi (SUTET), bahkan mengganggu jalur penerbangan.

Tahun ini, sebanyak 44 peserta ambil bagian. Rinciannya, 24 peserta kategori lomba dan 20 peserta undangan.

Mereka bukan sekadar peserta, tapi diharapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat—membawa pesan bahwa tradisi bisa tetap lestari tanpa harus membahayakan.

Dalam sepekan terakhir, hasil patroli menunjukkan penurunan drastis aktivitas balon udara liar hingga 80 persen di wilayah Ponorogo.

Kapolres AKBP Andin menambahkan angka ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan edukatif melalui festival lebih efektif dibanding sekadar penindakan.

Melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa, event ini dipastikan tidak berhenti di sini.

“Insyaallah 2027 kita gelar dua hari. Satu hari untuk lokal, satu hari kita arahkan ke skala nasional,” pungkas Kapolres AKBP Andin.(*)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca