PONOROGO, JatimSatu.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, menggelar kegiatan budaya bertajuk "Ngluhurake Leluhur" pada Minggu (21/6/2026).
Kegiatan diawali dari Balai Desa Karangpatihan dan diikuti perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Mengusung tema "Melalui Doa, Rasa Hormat, dan Warisan Budaya", kegiatan tersebut menjadi upaya Pemdes Karangpatihan dalam menjaga nilai-nilai tradisi, memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Karangpatihan, Eko Mulyadi, S.IP., M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ikhtiar menjaga nilai-nilai budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk ngelingi lan nyuwun pangestu, yakni mengenang sekaligus mendoakan para leluhur sebagai sumber berkah dan tuntunan hidup. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk merawat serta melestarikan warisan budaya sebagai jati diri bangsa," ujarnya.
Ia menambahkan, semangat ngrekat ati, guyub rukun menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut. Kebersamaan, gotong royong, dan kerukunan antarmasyarakat diharapkan semakin kokoh sebagai modal sosial dalam membangun desa.
Menurutnya, "Ngluhurake Leluhur" tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dari Balai Desa Karangpatihan, kemudian dilanjutkan dengan ziarah dan doa bersama di sejumlah situs yang diyakini memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat setempat.
Lokasi yang dikunjungi meliputi makam Mbah Dendeng, Siti Inggil (Mbah Pangeran), situs Bibis, Sendang Beji, Mbah Doro Panji, Mbah Suto Ireng di Gunung Cilik, Sendang Tretes, Mbah Tapen Gedong, Mbah Jogo Negoro di Gedokan, Ngreco (Patung Kesuburan) di Dukuh Tanggungrejo, hingga Gunung Beruk.
Melalui kegiatan tersebut, Pemdes Karangpatihan berharap nilai-nilai luhur para leluhur tetap terjaga, sekaligus menjadi penguat identitas budaya masyarakat di tengah dinamika kehidupan modern.(dd)




Posting Komentar