Sebanyak 52 warga binaan mengikuti kegiatan yang menjadi langkah awal pelaksanaan program pendidikan kesetaraan di lingkungan Rutan. Program ini merupakan bagian dari pembinaan untuk memberikan akses pendidikan formal bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Pembukaan MPLS dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo M. Agung Nugroho, A.Md.LP., S.H., Kepala SKB Ponorogo Suwadi, S.Pd., beserta jajaran pamong belajar dan tenaga kependidikan SKB Ponorogo.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo secara resmi membuka kegiatan MPLS sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya sebagai bekal masa depan.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara, termasuk warga binaan. Karena itu, Rutan Ponorogo terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar layanan pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Program pendidikan kesetaraan ini merupakan wujud komitmen kami dalam memenuhi hak pendidikan bagi warga binaan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sungguh-sungguh sehingga memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat," ujar Agung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., mengapresiasi komitmen Rutan Ponorogo dalam membuka akses pendidikan bagi warga binaan. Menurutnya, pendidikan harus dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang, termasuk mereka yang sedang menjalani proses pembinaan.
Sebagai simbol dimulainya proses pembelajaran, kegiatan ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan warga binaan. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti rangkaian pembelajaran pendidikan kesetaraan sesuai kurikulum yang telah disiapkan SKB Ponorogo.
Melalui program ini, Rutan Ponorogo berharap pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan. Dengan bekal pendidikan yang lebih baik, mereka diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk kembali berkontribusi secara positif dan produktif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya.

Posting Komentar