4 Hektare Lahan Dibebaskan, Proyek Geothermal di Gondowido Ngebel Segera Masuk Tahap Pengeboran

Ponorogo, JatimSatu.com – Kabupaten Ponorogo patut berbangga. Kecamatan Ngebel yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan, selangkah lagi bakal memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) atau geothermal.

Kepastian tersebut menyusul ditetapkannya Desa Gondowido, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, sebagai lokasi proyek strategis nasional pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Proyek geothermal tersebut dijadwalkan memasuki tahapan penting pada akhir 2026, yakni groundbreaking pengeboran panas bumi. Agenda tersebut diperkirakan bakal dihadiri sejumlah tokoh nasional.

Kepala Desa Gondowido, Bhaskara Widya Mandala, mengatakan pemerintah desa hingga kini terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak pengembang dari Bakrie Group. Komunikasi tersebut tidak hanya menyangkut perkembangan proyek, tetapi juga memastikan keterlibatan masyarakat lokal dalam proses pembangunan.

“Selain itu, kami juga membahas kompensasi apabila nantinya muncul dampak seperti kebisingan saat proses pengeboran. Warga menaruh harapan besar terhadap manfaat jangka panjang proyek ini setelah PLTPB beroperasi,” ungkap Bhaskara.

Menurutnya, respons masyarakat terhadap rencana pembangunan geothermal tersebut sejauh ini sangat positif. Warga, khususnya pemilik lahan yang terdampak, disebut menerima proses pembebasan lahan secara sukarela.

Sedikitnya empat hektare lahan telah dibebaskan dari total 47 bidang tanah milik warga. Proses pembebasan dilakukan dengan skema “ganti untung” yang dinilai memberikan nilai lebih kepada masyarakat.

“Mereka menilai proyek ini sebagai bagian dari kepentingan nasional yang lebih besar. Warga memahami bahwa ini untuk kebutuhan energi nasional ke depan,” katanya.

Masuknya proyek geothermal di Desa Gondowido bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi. Kehadiran proyek tersebut menjadi penanda semakin seriusnya pemanfaatan energi terbarukan di Ponorogo, sekaligus membuka peluang baru bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Terlebih, rencana pemanfaatan panas bumi di kawasan Ngebel sebelumnya sempat mencuat sekitar 2016 lalu, namun tidak terealisasi. Kini, rencana tersebut kembali bergerak dengan tahapan yang lebih konkret.

Bagi masyarakat Gondowido, proyek geothermal bukan hanya tentang pembangunan pembangkit listrik. Ada harapan agar kehadirannya mampu membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan perekonomian lokal, sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan daerah.

Dengan pembebasan lahan yang terus berjalan dan rencana pengeboran yang dijadwalkan pada akhir 2026, proyek geothermal Gondowido kini memasuki babak baru menuju realisasi.(dik)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca