Ponorogo, JatimSatu.com – Delapan dekade perjalanan SMP Negeri 1 Ponorogo ditutup dengan sebuah pertunjukan budaya yang sarat makna. Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 sekolah tersebut digelar meriah melalui pagelaran wayang kulit semalam suntuk, Jumat (7/8/2026) malam.
Pagelaran budaya tersebut menghadirkan dalang kondang Ki Anom Dwijokangko, S.Sn., yang membawakan lakon Aji Pancasona. Sebelum pertunjukan utama dimulai, penonton terlebih dahulu disuguhi penampilan dalang cilik Ki Arganata Prayudyatama dengan lakon Cupu Manik Astagina.
Semarak acara semakin terasa dengan penampilan grup karawitan Sri Manunggal serta kehadiran sejumlah bintang tamu, di antaranya pelawak kondang asal Madiun Kirun CS, Lusi Brahman, dan Duo Jo.
Kepala SMP Negeri 1 Ponorogo, Kuat, S.Pd., mengatakan usia ke-80 menjadi momentum penting bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjaga nilai-nilai budaya bangsa.
“Alhamdulillah, SMP Negeri 1 Ponorogo hingga hari ini terus dipercaya masyarakat dan mampu mencetak lulusan yang berprestasi dan berkarakter,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan panjang selama 80 tahun telah mengantarkan SMPN 1 Ponorogo menjadi salah satu sekolah yang konsisten menorehkan prestasi. Berbagai capaian diraih, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.
Prestasi tersebut mencakup Olimpiade Sains, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), kejuaraan Pramuka, PMR, Paskibra, hingga bidang seni dan olahraga.
Tidak hanya itu, siswa SMPN 1 Ponorogo juga menunjukkan prestasi dalam seni karawitan, macapat, tari tradisional serta berbagai cabang olahraga.
“Kami berharap, memasuki usia ke-80, SMP Negeri 1 Ponorogo semakin mampu mempertahankan reputasinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Ponorogo, sekaligus terus melahirkan generasi yang mampu berprestasi di berbagai bidang,” ungkapnya.
Pemilihan pagelaran wayang kulit sebagai acara puncak HUT bukan tanpa alasan. Bagi keluarga besar SMPN 1 Ponorogo, wayang tidak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan yang sarat dengan pesan pendidikan dan pembentukan karakter.
“Wayang kulit mengajarkan nilai kejujuran, kepemimpinan, keberanian, dan tanggung jawab. Jadi selain ilmu pengetahuan dan teknologi, kami juga ingin membentuk generasi yang mencintai budaya dan menghormati tradisi,” jelas Kuat.
Ia menambahkan, peringatan HUT ke-80 sekaligus menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang sekolah serta mempererat hubungan antara sekolah, alumni, orang tua siswa, tokoh pendidikan, dan masyarakat.
Atas nama keluarga besar SMPN 1 Ponorogo, Kuat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan dukungan dan turut membersamai perjalanan sekolah selama delapan dekade.
Pagelaran wayang kulit tersebut turut dihadiri Camat Ponorogo beserta jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Ponorogo, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Ponorogo, Komite SMP Negeri 1 Ponorogo, para alumni, tokoh pendidikan, serta orang tua siswa.
Puncak HUT ke-80 itu pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman, SMPN 1 Ponorogo menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi berprestasi tanpa tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai luhur bangsa.(dik)



Posting Komentar