Sebanyak enam Warga Binaan mengikuti pembelajaran perdana yang berlangsung di ruang kelas Aula Rutan Ponorogo. Program ini menjadi bagian dari pembinaan kepribadian sekaligus upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar memiliki bekal pendidikan saat kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan belajar mengajar dipandu tenaga pendidik dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Ponorogo yang telah bekerja sama dengan Rutan Ponorogo. Pada pertemuan pertama, peserta memperoleh materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tentang perubahan wujud benda, Matematika mengenai konsep ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan, serta kegiatan menggambar untuk melatih kreativitas dan kemampuan motorik.
Proses pembelajaran berlangsung interaktif dengan pendampingan langsung dari para tutor. Metode yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan dan latar belakang pendidikan masing-masing peserta sehingga materi dapat diterima dengan lebih mudah. Suasana kelas tampak hidup, diwarnai diskusi, latihan soal, hingga aktivitas menggambar yang diikuti dengan antusias oleh para Warga Binaan.
Kepala Rutan Ponorogo, M. Agung Nugroho, mengatakan dimulainya Program Pendidikan Kesetaraan merupakan wujud nyata pemenuhan hak pendidikan bagi Warga Binaan sekaligus bagian penting dari proses pembinaan yang berkelanjutan.
"Melalui program ini, kami berharap Warga Binaan dapat meningkatkan pengetahuan, memperoleh ijazah yang setara dengan pendidikan formal, serta memiliki bekal yang lebih baik saat kembali ke masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Rutan Ponorogo dan SKB Kabupaten Ponorogo menjadi langkah strategis dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif. Program tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan yang sama bagi setiap Warga Binaan untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.(*)

Posting Komentar