PONOROGO, JATIMSATU.COM – Dinamika politik Ponorogo kembali bergerak. Nama Muhammad Harun Al-Rasyid (MHR) yang sebelumnya sempat masuk dalam bursa Pilkada Ponorogo 2024, kini kembali mencuat dan mulai dikaitkan dengan posisi calon wakil bupati yang berpotensi mendampingi Lisdyarita.
MHR mengungkapkan, hubungan komunikasi dengan Lisdyarita sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Keduanya telah saling mengenal dan pernah membangun komunikasi politik sejak momentum Pilkada Ponorogo 2024.
Hal itu disampaikan MHR saat ditemui dalam sebuah pertemuan di salah satu restoran di Ponorogo, Jumat (25/9/2026).
Menurut MHR, dirinya dan Lisdyarita pada Pilkada 2024 sempat memiliki kesepahaman untuk berpasangan. Namun, dalam perkembangannya, rencana tersebut tidak berlanjut dan Lisdyarita akhirnya maju bersama Sugiri Sancoko.
“Dengan Bunda Lisdyarita kita sempat memiliki kesepahaman untuk berpasangan. Mungkin karena ada suatu hal, akhirnya berubah dan berpasangan dengan Sugiri Sancoko di Pilkada 2024,” kata MHR.
Kini, menurut dia, situasinya sudah berbeda. Jika sebelumnya pembicaraan politik lebih banyak berkaitan dengan posisi sebagai orang nomor satu di Ponorogo, saat ini perhatian MHR lebih diarahkan pada kemungkinan berkontribusi dalam pemerintahan dan pembangunan daerah apabila komunikasi yang terjalin nantinya berujung pada kesepakatan.
MHR menilai pembangunan Ponorogo membutuhkan dukungan dari berbagai sumber. Menurutnya, kemampuan fiskal daerah melalui APBD tetap penting, namun perlu diperkuat dengan komunikasi dan jejaring di tingkat pemerintah pusat agar sejumlah agenda pembangunan dapat memperoleh dukungan lebih luas.
“Pembangunan Ponorogo tidak hanya mengandalkan kemampuan APBD. Komunikasi di tingkat pusat dinilai dapat menjadi salah satu modal untuk mempercepat sejumlah program pembangunan agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Ponorogo,” tegasnya.
Di sisi lain, MHR menyebut komunikasi politik dengan sejumlah pihak hingga kini masih terus dilakukan. Ia menilai komunikasi tersebut merupakan bagian dari proses untuk melihat kemungkinan dan arah langkah politik ke depan.
Termasuk dengan Lisdyarita. MHR mengungkapkan, komunikasi keduanya masih berlangsung dan tidak hanya melalui pertemuan langsung, tetapi juga melalui sambungan video call.
Menurut MHR, komunikasi tersebut menjadi bagian dari proses penjajakan sekaligus mematangkan kemungkinan langkah politik ke depan.
Sementara itu, Lisdyarita saat ini masih menjalankan tugas sebagai Plt Bupati Ponorogo di tengah proses pemerintahan daerah pascaperkembangan hukum yang menimpa Bupati nonaktif Sugiri Sancoko. Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga tengah memproses pemberhentian tetap Sugiri setelah putusan perkara yang menjeratnya berkekuatan hukum tetap.
Dalam situasi tersebut, munculnya sejumlah nama yang dikaitkan dengan posisi pendamping Lisdyarita menjadi bagian dari dinamika politik dan pemerintahan Ponorogo yang terus berkembang. Nama MHR kini menjadi salah satu yang kembali diperbincangkan, meski sejauh ini komunikasi yang disebutkannya masih berada dalam tahap proses dan belum disebut sebagai keputusan atau kesepakatan final.(dik)

Posting Komentar