Ponorogo, jatimsatu.com — Suasana pagi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo tampak berbeda. Lapangan utama yang biasanya tenang, hari itu dipenuhi antusiasme para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Di bawah sinar matahari pagi yang hangat, mereka berkumpul untuk mengikuti pengarahan langsung dari Kepala Rutan, M. Agung Nugroho, yang sekaligus menyerahkan bantuan perlengkapan mandi kepada seluruh WBP.
Tak sekadar membagikan barang, kegiatan ini sarat makna. Dalam arahannya, Karutan Agung Nugroho mengajak seluruh WBP untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat selama menjalani masa pidana. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan di dalam rutan tidak hanya soal kedisiplinan, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan diri.
“Kami ingin membentuk budaya hidup bersih. Ini bukan sekadar memenuhi hak dasar, tapi mendorong kesadaran bahwa kesehatan adalah modal utama untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” tutur Karutan dengan nada penuh kepedulian.
Setelah sesi pengarahan, para petugas Rutan membagikan perlengkapan mandi berupa sabun, sampo, sikat gigi, dan pasta gigi kepada seluruh warga binaan. Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap hal kecil bisa membawa dampak besar — tidak hanya bagi fisik, tetapi juga untuk membangun rasa percaya diri dan harga diri para WBP.
Langkah ini sejalan dengan semangat transformasi Pemasyarakatan PRIMA yang menempatkan pendekatan humanis sebagai inti dari seluruh kegiatan pembinaan. Bukan hanya program besar yang jadi sorotan, namun juga kepedulian sehari-hari yang mampu menciptakan suasana rutan yang sehat, kondusif, dan penuh rasa saling menghormati.
Dengan sentuhan empati seperti ini, Rutan Ponorogo terus berupaya menjadi tempat yang bukan hanya menjalankan hukuman, tetapi juga memberi harapan. Harapan bahwa setiap warga binaan, suatu hari nanti, bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bersih — lahir dan batin.(abw)

Posting Komentar