Verifikasi dilakukan untuk memastikan kesiapan administrasi maupun kondisi teknis di lapangan sebelum pekerjaan dilaksanakan. Tim BPBD Jawa Timur dipimpin Uudyani bersama tim verifikator Ajeng, Aulia, dan Jefri.
Kunjungan tersebut didampingi Tim BPBD Kabupaten Ponorogo yang dipimpin Bayu bersama Didik, Erwan, Hikmah, dan Lala. Turut hadir menyambut rombongan, Kepala Desa Bancar Agus Sudarmono beserta perangkat desa.
Perwakilan BPBD Kabupaten Ponorogo, Bayu, menjelaskan bahwa rehabilitasi Dam Tempuran diusulkan ke BPBD Provinsi Jawa Timur karena keterbatasan anggaran penanganan pascabencana yang dimiliki pemerintah daerah.
"Karena keterbatasan anggaran dari APBD Kabupaten Ponorogo terkait penanganan pasca-bencana, maka BPBD Kabupaten Ponorogo mengusulkan penanganan ke BPBD Provinsi Jawa Timur," ujar Bayu.
Ia menjelaskan, setiap usulan harus melalui proses verifikasi administrasi hingga pengecekan langsung di lapangan sebelum memperoleh persetujuan.
"Alhamdulillah, dari beberapa usulan yang kita layangkan, salah satu yang lolos verifikasi adalah rehabilitasi dinding penahan tanah Dam Tempuran di Dukuh Duwet, Desa Bancar ini. Semoga diberikan kelancaran dalam proses pengerjaannya dan segera bisa berfungsi dengan baik," tambahnya.
Realisasi pembangunan tersebut juga mendapat dukungan dan pengawalan dari anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Timur, Miseri Efendy, sehingga aspirasi masyarakat terkait perbaikan infrastruktur pertanian dapat diperjuangkan hingga tingkat provinsi.
Kepala Desa Bancar, Agus Sudarmono, menyampaikan apresiasi kepada BPBD Jawa Timur, BPBD Ponorogo, serta seluruh pihak yang telah mengawal usulan rehabilitasi hingga memasuki tahap verifikasi.
Menurutnya, perbaikan dinding penahan Dam Tempuran sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas lingkungan sekaligus menjamin keberlangsungan irigasi yang menjadi penopang utama aktivitas pertanian masyarakat.
Manfaat rehabilitasi ini juga dirasakan langsung oleh para petani. Ketua Kelompok Tani "Bancaran", Tubari, bersama petani lainnya seperti Parni, Mustakim, Katiyo, dan Mispan, berharap pembangunan segera terealisasi karena dam tersebut merupakan sumber utama pengairan lahan pertanian di Dukuh Duwet.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, menegaskan bahwa masyarakat menyambut baik rencana rehabilitasi Dam Tempuran. Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan warga.
"Pembangunan ini diharapkan dapat rampung sesuai target dalam kontrak kerja, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat. Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling menantikan berfungsinya kembali dam ini demi kelancaran irigasi," jelas Masun.
Dengan dimulainya tahapan verifikasi lapangan, rehabilitasi Dam Tempuran diharapkan segera memasuki tahap pelaksanaan. Keberadaan infrastruktur tersebut diyakini akan memperkuat sistem irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung pemulihan ekonomi masyarakat Desa Bancar pascabencana.

Posting Komentar