Mengusung semangat "Babadan Sempulur", haul diawali dengan ziarah makam Kyai Ageng Umar Shodiq, dilanjutkan Khotmil Quran yang diikuti 53 majelis, doa bersama, tradisi buceng porak, hingga puncaknya pengajian akbar sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh penyebar agama Islam di wilayah Babadan.
Ketua Panitia, Edi Sulistyo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah berpartisipasi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
"Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga Desa Babadan yang telah menyumbangkan waktu dan tenaganya. Semoga semua pengabdian dan sumbangsih panjenengan menjadi ladang amal di akhirat nanti," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Babadan, Indra Wahyudi, mengaku bersyukur atas kekompakan masyarakat yang terus terjaga sehingga Haul ke-7 Kyai Ageng Umar Shodiq dapat berlangsung dengan lancar dan khidmat.
Menurutnya, haul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan serta mendoakan leluhur yang telah berjasa dalam syiar Islam.
"Kita semua adalah cucu dari Mbah Kyai Ageng Umar Shodiq. Sudah sepantasnya sebagai keturunannya kita mendoakan beliau agar diampuni segala dosanya dan ditempatkan di sisi Allah SWT," tutur Indra.
Pada kesempatan tersebut, Indra juga menyampaikan permohonan maaf kepada para jemaah karena keterbatasan tempat di lokasi pengajian. Meski demikian, antusiasme masyarakat tetap tinggi hingga memenuhi ruas jalan di depan Masjid Umar Shodiq.
"Maturnuwun atas kehadiran seluruh jemaah. Semoga Allah memberikan kelancaran rezeki, kesehatan, dan keberkahan bagi kita semua. Babadan Sempulur, selamat mengikuti pengajian akbar bersama Gus Ulil dan Gus Fuad," pungkasnya.
Ribuan jemaah yang memadati kawasan Masjid Umar Shodiq mengikuti pengajian dengan khusyuk. Kegiatan haul ini menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Babadan sebagai bentuk penghormatan kepada Kyai Ageng Umar Shodiq sekaligus memperkuat nilai-nilai religius, kebersamaan, dan pelestarian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.(dik)




Posting Komentar