PONOROGO, JatimSatu.com – Semangat kompetisi dan kekompakan menjadi modal penting bagi kontingen Pramuka SMAN 3 Ponorogo dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-65 Gerakan Pramuka tahun 2026.
Dalam Lomba Karnaval Devile Formasi tingkat Kabupaten Ponorogo, kontingen SMAN 3 Ponorogo sukses membawa pulang sederet penghargaan dari berbagai kategori. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa proses pembinaan yang konsisten mampu melahirkan performa kompetitif di tengah persaingan antarpangkalan.
Lomba digelar pada 18 Agustus 2026. Sementara pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan berlangsung dalam Apel Besar Gerakan Pramuka di Paseban Alun-Alun Ponorogo, Sabtu (29/8/2026).
Di arena lomba, kontingen SMAN 3 Ponorogo tampil dengan mengedepankan precision, discipline, teamwork, dan creativity. Setiap gerakan dan formasi menjadi bagian dari performance yang tidak hanya menuntut kemampuan baris-berbaris, tetapi juga konsistensi serta mental bertanding.
Hasilnya cukup impresif.
Pada kategori Devile Penegak Putri, SMAN 3 Ponorogo meraih Juara 2, sementara Devile Penegak Putra memperoleh Harapan 3.
Performa apik juga terlihat pada kategori Formasi Variasi Barisan Putra. Kontingen SMAN 3 Ponorogo berhasil meraih Harapan 1 dan Harapan 2.
Sementara pada kategori Karnaval Putra, SMAN 3 Ponorogo berhasil berdiri di posisi teratas dengan meraih Juara 1.
Tidak hanya mengandalkan kekuatan di lapangan, kreativitas kontingen juga mendapat apresiasi dalam kategori digital. Pada Dokumentasi Publikasi Video Digital Putra, SMAN 3 Ponorogo meraih Juara 1, sedangkan kategori putri memperoleh Juara 3.
Deretan penghargaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas kepramukaan kini tidak hanya berkutat pada aktivitas outdoor. Kemampuan mengemas dokumentasi dan publikasi menjadi bagian dari kompetensi yang ikut menentukan daya saing generasi muda di era digital.
Kepala SMAN 3 Ponorogo, Suratno, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih para peserta didiknya. Menurut dia, sederet penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses latihan dan persiapan yang dilakukan secara serius.
“Alhamdulillah, pada lomba Hari Pramuka kita mendapatkan lumayan banyak juara. Di antaranya Devile Penegak Putra Harapan 3, Devile Penegak Putri Juara 2, Formasi Variasi Barisan Putra Harapan 1 dan Harapan 2, Karnaval Putra Juara 1, Dokumentasi Publikasi Video Digital Putra Juara 1, serta Putri Juara 3,” ujarnya.
Bagi Suratno, kemenangan bukanlah final destination. Capaian tersebut justru menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan.
“Kami berharap di tahun depan bisa mempertahankan prestasi, bahkan lebih baik lagi. Semua kategori lomba harus juara, bukan hanya harapan. Target kami Juara Umum tetap pada Devile Pramuka dan PBB Disbudparpora,” tegasnya.
Di balik setiap piala yang diraih, terdapat proses panjang yang tidak selalu terlihat di arena kompetisi. Latihan rutin, pembentukan formasi, koordinasi antarpeserta, evaluasi, hingga pendampingan pembina menjadi bagian dari preparation sebelum kontingen tampil di hadapan dewan juri.
Proses tersebut secara tidak langsung membangun berbagai soft skills peserta didik. Mereka belajar bekerja dalam satu tim, menjaga konsistensi, mematuhi instruksi, mengelola tekanan, sekaligus mengambil peran sesuai tanggung jawab masing-masing.
Karena itu, Lomba Karnaval Devile Formasi tidak sekadar menjadi competitive stage untuk memperebutkan trofi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi training ground bagi anggota Pramuka untuk membangun karakter dan leadership.
Nilai disiplin, tanggung jawab, teamwork, dan resilience menjadi bagian yang tumbuh melalui proses latihan. Di sinilah kegiatan ekstrakurikuler menemukan relevansinya sebagai ruang pendidikan karakter yang berjalan di luar kelas.
Momentum HUT Ke-65 Gerakan Pramuka pun menjadi semacam reminder bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Ada consistency, commitment, dan collective effort yang menjadi fondasi di balik setiap pencapaian.
Bagi keluarga besar SMAN 3 Ponorogo, sederet prestasi tersebut menjadi stepping stone untuk menatap kompetisi berikutnya. Targetnya bukan sekadar mempertahankan capaian, melainkan membangun benchmark baru agar Pramuka SMAN 3 Ponorogo semakin kompetitif.
Semangat itu pula yang diharapkan terus terjaga. Sebab, di balik setiap barisan yang rapi dan formasi yang presisi, terdapat proses pembentukan karakter generasi muda yang sedang dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di level yang lebih tinggi.(adv/dd)

Posting Komentar