PONOROGO, JATIMSATU.COM – Dr. Kautsar Prastudia E.B., Sp.A., M.Sc. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Ponorogo masa bakti 2026–2029. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Sabtu (29/8/2026).
Ketua IDI Wilayah Jawa Timur, dr. Budi Himawan, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru IDI Ponorogo. Ia menyebut Kautsar menjadi salah satu ketua IDI cabang termuda di Jawa Timur, dengan usia 38 tahun.
Menurutnya, memimpin organisasi profesi dokter bukanlah tugas ringan. Selain harus mampu mengelola organisasi, para dokter juga bekerja dalam profesi dengan tingkat risiko tinggi karena berhadapan langsung dengan keselamatan dan kesehatan manusia.
“Memimpin organisasi profesi dokter bukan perkara mudah. Di sini IDI dituntut tetap solid, membangun komunikasi yang baik, serta terus bersinergi dengan pemerintah,” tegasnya.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, dr. Dyah Ayu Puspitaningarti. Mewakili Plt. Bupati Ponorogo, ia menyampaikan permohonan maaf karena Plt. Bupati Lisdyarita tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut lantaran terdapat kepentingan yang tidak dapat diwakilkan.
Dyah menegaskan, keberadaan dokter memiliki posisi vital dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo berkomitmen memperkuat sinergi dengan seluruh organisasi profesi kesehatan.
“Tujuannya sama, yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua IDI Kabupaten Ponorogo, dr. Kautsar Prastudia E.B., menegaskan bahwa para dokter yang memilih bergabung dalam IDI telah memberikan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk organisasi. Karena itu, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab memastikan keberadaan IDI benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah meningkatnya risiko hukum dalam praktik kedokteran. Menurut Kautsar, IDI Ponorogo berkomitmen memberikan perlindungan hukum yang layak dan maksimal kepada dokter ketika menghadapi persoalan hukum dalam menjalankan profesinya.
“IDI Ponorogo bertekad memberikan perlindungan hukum yang layak dan maksimal kepada anggota ketika menghadapi persoalan hukum dalam menjalankan profesinya. Sehingga dokter bisa bekerja lebih tenang, sementara hak pasien tetap terlindungi. Itu tujuannya,” tandasnya.
Ia menegaskan, perlindungan terhadap dokter dan pemenuhan hak pasien harus berjalan beriringan. Dengan demikian, iklim praktik kedokteran dapat berlangsung secara profesional, aman, dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Pelantikan, dr. Riza Mazidu Solihin, Sp.U., mengungkapkan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses.
Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa IDI Kabupaten Ponorogo semakin maju, solid, dan sejahtera, sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi bagi masyarakat.
Riza menambahkan, rangkaian kegiatan pelantikan juga diawali dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak-anak panti asuhan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen IDI Ponorogo dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
“Sebelum pelantikan kepengurusan baru IDI Ponorogo, kami mengawali rangkaian kegiatan dengan santunan kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.


Posting Komentar