PONOROGO, JATIMSATU.COM – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus bergerak melalui berbagai innovation-driven initiative yang melibatkan lintas sektor. Salah satunya hadir dari lingkungan pesantren melalui pengembangan benih Jagung Pesantren Indonesia (JAPRI) yang kini mulai diproyeksikan sebagai salah satu potential flagship dalam pengembangan komoditas jagung nasional.
JAPRI merupakan hasil kolaborasi antara Pondok Pesantren Ibadurrohman Ngegong, Kota Blitar, dengan PT Ponorogo Agro Mandiri (PAM). Inisiatif tersebut menjadi bagian dari collaborative ecosystem yang mempertemukan dunia pesantren, pelaku usaha pertanian, serta petani dalam satu visi memperkuat sektor pangan dari hulu hingga hilir.
Gagasan tersebut mengemuka dalam momentum panen raya Jagung Reog 126 Varietas MTE 09 di lahan PT PAM, Sekar Pudak, Kabupaten Ponorogo, Kamis (27/8/2026).
M. Mansur Shodiq, Pimpinan Pondok Pesantren Ibadurrohman Ngegong Kota Blitar sekaligus Ketua Umum Koperasi Produsen Tani Nasional Santri Mandiri Indonesia dan Distributor Tunggal Benih Jagung Hibrida JAPRI, mengatakan kehadirannya dalam panen raya tersebut merupakan bagian dari proses knowledge sharing sekaligus pembelajaran langsung mengenai pertanian.
Menurutnya, sektor pertanian memiliki nilai strategis sekaligus menjadi ruang pengabdian yang dapat dikembangkan melalui semangat kolaborasi.
"Saya juga belajar bertani dengan niat ibadah. Karena pekerjaan ini mulia. Saya yang dari forum alumni Pondok Gontor, dapat belajar dan berkolaborasi dengan petani," paparnya.
Mansur Shodiq, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Departemen Ekonomi Nasional Forum Pesantren Alumni Gontor, berharap perkembangan sektor pertanian Indonesia ke depan semakin progresif, produktif, dan memiliki daya saing.
Ia menegaskan, JAPRI menjadi salah satu bentuk konkret keterlibatan pesantren dalam membangun agricultural ecosystem sekaligus mengambil peran dalam agenda besar ketahanan pangan.
"Sejauh ini kita juga memproduksi Jagung Pesantren Indonesia (JAPRI) yang juga bekerja sama dengan PT PAM," lanjutnya.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi strategic partnership yang membuka ruang lebih luas bagi pengembangan komoditas jagung, baik dari sisi budidaya, produksi benih maupun penguatan jejaring petani.
Sementara itu, Direktur PT PAM Manto Setiawan mengatakan pihaknya terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendorong pengembangan sektor pertanian secara berkelanjutan.
Tidak hanya jagung, PT PAM juga mengembangkan sejumlah komoditas lain, termasuk melon dan berbagai produk pertanian yang memiliki potensi ekonomi.
"Kehadiran JAPRI, Jagung Pesantren Indonesia ini diharapkan mampu menjadi salah satu upaya dalam program ketahanan pangan," pungkasnya.
Kehadiran JAPRI sekaligus menunjukkan bahwa pesantren tidak hanya memiliki peran dalam sektor pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari productive economic movement di sektor pertanian.
Dengan dukungan kolaborasi antara pesantren, petani dan dunia usaha, pengembangan benih jagung berbasis inovasi tersebut diharapkan mampu membangun sustainable food ecosystem sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.(dd)


Posting Komentar