Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kunjungan Rutan Ponorogo itu diikuti seluruh staf Rutan. Hadir sebagai pemateri, Rinto Sugiharto, Supervisor Operasional Layanan BRI KCP Kota Ponorogo.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik komunikasi efektif, membangun kepercayaan diri, hingga penerapan pelayanan prima dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Rinto menekankan bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam membangun hubungan yang baik, terlebih bagi petugas yang setiap hari berhadapan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah penerapan Magic Words, yakni tiga kata sederhana: “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih”.
Menurut Rinto, ketiga kata tersebut memiliki kekuatan besar dalam menciptakan komunikasi yang positif. Kata “maaf” mencerminkan kerendahan hati dan keberanian mengakui kesalahan. “Tolong” menunjukkan sikap menghargai orang lain ketika membutuhkan bantuan, sedangkan “terima kasih” menjadi bentuk apresiasi atas bantuan maupun pelayanan yang diberikan.
Selain kemampuan public speaking, peserta juga dibekali pemahaman mengenai Service Excellent atau pelayanan prima. Pelayanan tidak hanya dituntut cepat dan tepat, tetapi juga harus dilakukan secara ramah, responsif, profesional, serta mampu memberikan pengalaman positif kepada masyarakat.
“Pelayanan yang baik bukan hanya tentang menyelesaikan kebutuhan masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kita berkomunikasi dan memberikan kesan yang baik. Hal-hal sederhana seperti mengucapkan maaf, tolong, dan terima kasih dapat menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang humanis,” jelas Rinto.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Rutan Ponorogo.
Dalam sesi praktik tersebut, para peserta diminta menerapkan teknik komunikasi dan prinsip pelayanan prima dalam menghadapi berbagai situasi pelayanan. Langkah ini menjadi bagian penting agar materi yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi benar-benar dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi petugas.
“Pelayanan yang baik tidak hanya ditentukan oleh prosedur, tetapi juga bagaimana petugas berkomunikasi dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh jajaran semakin mampu memberikan pelayanan yang profesional, ramah, dan humanis,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas petugas menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang semakin berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Ponorogo berharap seluruh jajaran mampu menerapkan komunikasi yang efektif serta prinsip service excellent dalam setiap pelaksanaan tugas.
Dengan komunikasi yang baik, sikap ramah, serta membiasakan penggunaan kata “maaf”, “tolong”, dan “terima kasih”, pelayanan di Rutan Ponorogo diharapkan semakin profesional, responsif, humanis, dan memberikan kepuasan bagi masyarakat.

Posting Komentar