PONOROGO, JatimSatu.com – Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Komitmen tersebut kembali diwujudkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo melalui pelaksanaan Asesmen Sumatif 1 bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Asesmen yang dimulai Selasa (1/9/2026) tersebut berlangsung di Aula Sosono Condrodimuko Rutan Ponorogo dan dijadwalkan selama empat hari, hingga Jumat (4/9/2026).
Sebanyak 44 siswa WBP mengikuti asesmen tersebut. Mereka terdiri atas 41 siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan yang mengikuti tiga jenjang pendidikan, yakni Paket A, Paket B, dan Paket C.
Rinciannya, lima siswa mengikuti Paket A, 21 siswa Paket B, dan 18 siswa Paket C. Untuk Paket A seluruh pesertanya merupakan laki-laki. Sementara Paket B diikuti 19 siswa laki-laki dan dua siswa perempuan, sedangkan Paket C terdiri dari 17 siswa laki-laki dan satu siswa perempuan.
Pada hari pertama, mata pelajaran yang diujikan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Peserta Paket A mengikuti asesmen Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta Komputer Aplikasi Perkantoran.
Sedangkan peserta Paket B dan Paket C mengikuti asesmen mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Pelaksanaan asesmen mendapat dukungan dan pendampingan dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Ponorogo. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi evaluasi terhadap capaian pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong warga binaan agar terus meningkatkan kompetensi melalui pendidikan.
Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam proses pembinaan warga binaan.
“ Asesmen ini bukan hanya untuk mengukur hasil belajar, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal positif ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan pendidikan di lingkungan Rutan diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Rutan Ponorogo pun terus mendorong berbagai program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian WBP.
Asesmen Sumatif 1 dijadwalkan berlangsung hingga 4 September 2026 dengan materi yang disesuaikan dengan masing-masing paket pendidikan. Pada hari pertama, seluruh rangkaian asesmen berjalan tertib, aman, dan lancar.(*)

Posting Komentar