Gus M. Hasim Masuk Bursa Cawabup, Dorong UMKM Naik Kelas dan Monumen Reyog Jadi Magnet Ekonomi

Ponorogo, JatimSatu.com – Nama advokat senior sekaligus pengusaha asal Ponorogo, Gus M. Hasim, kembali mencuat dalam bursa kandidat calon wakil bupati (Cawabup) yang diproyeksikan mendampingi Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita.

Memiliki latar belakang sebagai praktisi hukum dan pengusaha, Gus M. Hasim membawa sejumlah gagasan pembangunan yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu fokusnya adalah mendorong pelaku UMKM Ponorogo agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing lebih kuat.

Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah melanjutkan pembangunan Monumen Reyog Ponorogo di Sampung. Menurutnya, keberadaan monumen tersebut tidak semestinya hanya menjadi proyek monumental, tetapi harus dikembangkan sebagai bagian dari economic ecosystem yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kawasan tersebut berpotensi menjadi destinasi wisata baru. Kehadirannya diharapkan mampu membuka peluang bagi pelaku UMKM, perdagangan hingga ekonomi kreatif,” tegas Gus M. Hasim, Senin (7/9/2026).

Ia menilai, program pembangunan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat seharusnya tetap dilanjutkan, meski membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan. Prinsip kesinambungan pembangunan menjadi penting agar program yang sudah berjalan tidak kehilangan arah ketika terjadi perubahan kepemimpinan.

“Program yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat harus dilanjutkan, tentu dengan evaluasi agar hasilnya semakin maksimal. Termasuk program yang sebelumnya telah menjadi bagian dari komitmen pembangunan Ponorogo,” jelasnya.

Menurut Gus M. Hasim, pembangunan Monumen Reyog harus memiliki follow up yang jelas. Kawasan tersebut perlu dirancang secara terintegrasi agar mampu menjadi magnet wisata sekaligus menggerakkan sektor perdagangan, UMKM dan ekonomi kreatif.

“Jangan sampai berhenti sebagai proyek monumental. Harus ada dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar,” tandasnya.

Dorong Investasi dari Luar Daerah

Selain sektor pariwisata dan UMKM, Gus M. Hasim juga menyoroti keterbatasan fiskal daerah. Menurutnya, pemerintah Kabupaten Ponorogo membutuhkan breakthrough untuk menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Salah satu langkah yang dinilainya strategis adalah membuka peluang investasi dari luar daerah. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan penciptaan iklim investasi yang aman, nyaman dan kondusif.

“APBD memiliki keterbatasan. Karena itu dibutuhkan kreativitas, salah satunya membuka peluang investasi dari luar daerah dengan menciptakan iklim usaha yang nyaman, aman dan kondusif,” paparnya.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan service excellence kepada investor melalui kemudahan perizinan sekaligus kepastian berusaha.

“Perizinan harus dipermudah dan investor harus mendapatkan kepastian serta rasa aman dalam menjalankan usahanya. Ketika investasi masuk, dampaknya akan terasa terhadap perekonomian daerah, mulai dari terbukanya lapangan kerja hingga meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Gagasan tersebut, menurut Gus M. Hasim, bermuara pada satu tujuan, yakni menjadikan pembangunan Ponorogo tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi mampu menciptakan economic value, membuka lapangan kerja, serta memperluas ruang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan pariwisata, penguatan UMKM dan investasi diharapkan dapat berjalan dalam satu ekosistem yang saling menopang dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian Ponorogo.

0/Post a Comment/Comments

Dibaca