Ponorogo, JatimSatu.com — Bursa politik menuju kursi Wakil Bupati Ponorogo mulai memanas. Sejumlah figur mulai masuk dalam radar dan menjadi bahan political conversation di tengah proses menuju penetapan pendamping Bupati Lisdyarita.
Salah satu nama yang kini mencuri perhatian adalah Manto Setiawan. Pengusaha yang dikenal memiliki business network luas ini bukan figur yang asing dalam dinamika politik Ponorogo.
Sejak 2019, Manto dikenal sebagai salah satu pendukung militan pasangan Sugiri Sancoko - Lisdyarita, yang memiliki jejaring kuat hingga ke tingkat pusat.
Nama Manto semakin menarik karena ia tidak hanya bermain di ranah politik. Sebagai pengusaha, kiprahnya menjangkau berbagai sektor, mulai dari komoditas jagung hingga bisnis Omega Jaya yang berkembang di Ponorogo.
Di sektor pertanian, Manto bahkan ikut mendorong inovasi jagung yang membawa nama Ponorogo. Mulai dari Jagung Hibrida Bhayangkara hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi ternama dalam produksi Jagung Reog 126 Varietas MTE 09.
Jejak tersebut memperlihatkan bahwa political capital Manto tidak semata bertumpu pada kedekatan personal maupun jaringan politik. Ia juga memiliki pengalaman di sektor riil yang bersentuhan langsung dengan ekonomi masyarakat.
Di tengah kebutuhan Ponorogo terhadap figur yang mampu membaca peluang investasi, membuka lapangan kerja, memperkuat sektor pertanian serta menggerakkan ekonomi daerah, latar belakang tersebut menjadi added value tersendiri.
Tak heran jika wacana mendorong Manto Setiawan sebagai pendamping Lisdyarita mulai mendapatkan respons dari sejumlah kalangan.
Faktor kedekatan personal dengan Lisdyarita juga menjadi bagian penting dalam political equation tersebut.
Keduanya dikenal memiliki hubungan persahabatan yang cukup dekat. Manto disebut kerap menjadi salah satu figur yang memberikan masukan dan pandangan di balik layar terkait berbagai persoalan dan arah pembangunan Ponorogo.
Jika konfigurasi tersebut benar-benar menemukan titik temu, pasangan Lisdyarita–Manto Setiawan bukan sekadar kombinasi antara birokrasi dan pengusaha. Lebih jauh, duet ini dapat menjadi simbol political partnership antara kekuatan pemerintahan dan sektor usaha.
Namun, politik selalu menyisakan ruang bagi perubahan. Nama Manto saat ini masih berada dalam pusaran aspirasi dan pembicaraan politik, belum menjadi keputusan final.
Satu hal yang mulai terlihat jelas bahwa Manto Setiawan telah masuk dalam radar serius bursa Wakil Bupati Ponorogo.
Dengan jaringan politik, pengalaman sebagai pengusaha, rekam jejak di sektor pertanian serta kedekatan dengan Lisdyarita, Manto kini bukan lagi sekadar nama yang beredar di belakang layar.
Ia mulai menjadi bagian dari political calculation menuju kursi orang nomor dua di Kabupaten Ponorogo.(*)

Posting Komentar