Masuk Bursa Calon Wakil Bupati Ponorogo, Manto Setiawan : Kita Serahkan pada Yang Maha Kuasa

 

PONOROGO, JATIMSATU.COM - Konstelasi politik Ponorogo mulai memasuki fase baru. Seiring persiapan pengisian posisi Wakil Bupati yang akan mendampingi Lisdyarita, sejumlah nama mulai muncul dalam political conversation dan menjadi perhatian publik.

Salah satu figur yang belakangan mencuri perhatian adalah Manto Setiawan. Pengusaha yang dikenal bergerak di sektor pertanian dan bisnis tersebut mulai diperhitungkan dalam political landscape Ponorogo.

Manto Setiawan merupakan Direktur PT Ponorogo Argo Mandiri, perusahaan yang bergerak dalam produksi benih jagung Bhayangkara dan Reog 126. Ia juga dikenal sebagai pemilik bisnis Omega Jaya.

Kemunculan nama Manto Setiawan dalam bursa Wakil Bupati bukan tanpa political background. Ia memiliki rekam jejak keterlibatan dalam kontestasi politik Ponorogo, termasuk menjadi bagian dari tim inti pemenangan pada 2019 yang kemudian berlanjut pada momentum politik 2024.

Pengalaman tersebut membuat Manto Setiawan dinilai memiliki pemahaman terhadap dinamika politik sekaligus birokrasi daerah. Di sisi lain, latar belakangnya sebagai pelaku usaha dan pengembang sektor pertanian memberikan perspektif berbeda dalam membaca persoalan ekonomi masyarakat.

Kedekatannya dengan Lisdyarita juga menjadi salah satu faktor yang membuat nama Manto masuk dalam radar pembicaraan politik. Namun, ketika dikonfirmasi mengenai kemungkinan dirinya maju sebagai calon Wakil Bupati Ponorogo, Selasa (8/9/2026), Manto Setiawan justru merespons dengan nada rendah hati.

Ditemui di lahan jagung wilayah Sekar Pudak, Manto tidak banyak berspekulasi mengenai arah politiknya. Ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada masyarakat dan kehendak Tuhan.

“Ya, kalau memang didukung masyarakat Ponorogo tentu kita harus siap. Namun kalau tidak ada dukungan, ya kita tetap jadi petani jagung dan terus mengembangkannya,” kata Manto.

Di tengah menghangatnya political speculation mengenai namanya, Manto Setiawan mengaku tetap fokus mengembangkan sektor pertanian. Selain jagung, ia mulai mengembangkan komoditas tembakau dan semangka.

Ia juga menegaskan tidak ingin terlalu jauh berspekulasi mengenai masa depan politiknya. “Kita jalani apa adanya saja,” tandasnya.

Sikap tersebut menempatkan Manto Setiawan pada posisi yang menarik dalam political landscape Ponorogo. Ketika bursa AE 2 mulai mengerucut dan sejumlah figur masuk dalam radar, Manto Setiawan memilih membiarkan dukungan publik dan dinamika politik yang menentukan.

Untuk sementara, ia memilih tetap bertani. Namun dalam politik, nama yang tidak banyak bicara justru terkadang menjadi bagian penting dari sebuah kalkulasi.(dik)

0/Post a Comment/Comments

Dibaca