Ponorogo, JatimSatu.com - Dinamika politik di kota Reog Ponorogo memang layak untuk dicermati, terutama soal figur Calon Wakil Bupati yang akan mendampingi Bupati Lisdyarita dalam menjalankan pemerintahan hingga tahun 2029 mendatang.
Bahkan sejumlah nama mulai menghiasi peta politik, nama Manto Setiawan tiba tiba menggema untuk menjadi kandidat kuat calon Wakil Bupati Ponorogo.
Sebagai pengusaha sukses di bidang Pertanian, terutama Jagung, Semangka dan Tembakau itu, pemilik Omega Jaya itu juga dinilai memiliki pengalaman Politik dan Birokrasi yang cukup baik.
Ustadz Bahar Harahap, Sekjen Komunitas Santri (KOMAS), secara khusus saat dihubungi mengatakan secara pribadi cukup mengenal Manto Setiawan dalam beberapa tahun ini.
"Terkait dinamika politik di Ponorogo, kami sendiri masih dalam hal melihat harapan dan keinginan masyarakat Ponorogo kedepaannya seperti apa,"paparnya, Rabu (9/9/2026)
Ustadz Bahar Harahap juga mengatakan sekarang ini Lisdyarita masih menunggu untuk menjadi Bupati Ponorogo secara definitif. Untuk Wakil Bupatinya tentu juga dibutuhkan berbagai masukan dari masyarakat.
"Kami melihat Pak Manto secara pribadi sebagai sosok yang ulet, yang peduli kemajuan warga Ponorogo terutama disektor pertanian. Sejauh ini sudah menghasilkan jagung varietas baru yang dibutuhkan masyarakat. Bahkan belakang juga mengembangkan di komoditi lain, seperti Semangka dan Tembakau,"lanjutnya.
Ia juga menambahkan, yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kerja nyata dan konkrit. Dan ketika ada wacana untuk menduetkan Lisdyarita dan Manto Setiawan tentu juga tergantung dukungan dari masyarakat Ponorogo.
"Walaupun nanti prosesnya di DPRD, tapi suara dari masyarakat tentu juga ada pengaruh pada keputusan politik,"lanjutnya.
Ustadz Bahar juga melihat perjalanan panjang Ponorogo ini, ada dua hal yang penting dalam orientasi pembangunan. Yang pertama yang tidak dapat dipungkiri sejarah, bahwa Ponorogo itu melalui pesantren Tegal Sari, itu menjadi salah satu Pioneer pesantren di pulau Jawa. Artinya peradaban santri itu sudah sangat kuat, maka ini harus menjadi salah satu perhatian.
"Yang kedua Budaya Reog, kita harapan nilai nilai budaya ini juga menjadi salah satu acuan orientasi pembangunan kedepan. Maka simplenya, bagaimana meneguhkan Ponorogo sebagai kota santri dan kota budaya. Dan ini sangat penting, bagi kami yang pernah nyantri di Ponorogo,"pungkasnya.(dd)
Posting Komentar