PONOROGO, JATIMSATU.COM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Ponorogo, Dr. Sakundoko, M.Pd., secara tegas menyatakan dukungan terhadap hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III DPP PPP beserta langkah restrukturisasi organisasi. Ia sekaligus menyerukan kepada seluruh elemen partai untuk mengakhiri konflik internal dan kembali memperkuat soliditas demi menghadapi kontestasi politik Pemilu 2029.
Menurut Sakundoko, dinamika dan perselisihan internal tidak seharusnya terus menguras energi partai. Sebaliknya, seluruh kader perlu mulai mengarahkan perhatian pada konsolidasi organisasi, penguatan basis dukungan, serta penyusunan strategi politik yang terukur untuk mengembalikan PPP ke parlemen nasional atau Senayan.
"Oleh karena itu kami meminta kepada semua kader untuk kembali kepada cita-cita partai dalam bentuk gerakan bersama melaksanakan hasil rakornas dengan baik dan berjuang mengembalikan PPP di Senayan," tutur Sakundoko, Selasa (3/11/2026) siang.
Ia menegaskan, konflik internal yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menghambat kinerja organisasi, melemahkan koordinasi, sekaligus mengganggu pelaksanaan program kerja partai. Karena itu, penyelesaian persoalan internal harus menjadi bagian dari agenda konsolidasi agar seluruh struktur organisasi dapat bergerak secara efektif.
"Pergerakan organisasi akan mengalami kesulitan jika dinamika dan pelaksanaan program kerjanya diwarnai konflik internal," terangnya.
Sakundoko menilai, PPP saat ini membutuhkan energi besar, komitmen kolektif, dan soliditas kader untuk memulihkan kekuatan politik sekaligus merebut kembali kepercayaan masyarakat. Upaya tersebut harus dibangun melalui gerakan yang terintegrasi, mulai dari jajaran pimpinan pusat hingga struktur partai di tingkat paling bawah.
Menurutnya, kebersamaan dan kesadaran seluruh kader untuk mengembalikan kejayaan PPP harus menjadi common goal atau tujuan bersama. Terlebih, para pemimpin di setiap tingkatan memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga persatuan, memperkuat konsolidasi, dan memastikan seluruh program organisasi berjalan searah.
"Jangan sampai perbedaan menjadi perusak semangat dasar itu," tegasnya.
Lebih lanjut, Sakundoko menyatakan optimismenya bahwa PPP memiliki peluang untuk kembali bangkit dan memulihkan kejayaan politik yang pernah diraih. Partai berlambang Ka'bah tersebut, menurutnya, memiliki sejarah panjang yang berakar dari perjuangan para ulama sepuh Indonesia dari berbagai daerah.
Namun, modal sejarah dan identitas politik tersebut harus diikuti dengan kerja nyata, kedisiplinan organisasi, serta kesatuan langkah seluruh kader. Tanpa soliditas dan komitmen bersama, upaya mengembalikan kekuatan PPP di panggung politik nasional akan menghadapi tantangan yang semakin berat.
Karena itu, Sakundoko berharap hasil Rakornas III DPP dan restrukturisasi organisasi menjadi momentum reset bagi seluruh kader untuk menanggalkan perbedaan, memperkuat barisan, dan mengembalikan fokus perjuangan pada target besar: membawa PPP kembali berjaya pada Pemilu 2029.(dd)

Posting Komentar